Batalyon A Pelopor
-
Personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar diterjunkan ke Papua dalam Misi Amole 2026

Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar memberangkatkan personel dalam rangka penugasan Amole Tahun 2026 ke wilayah Papua.
Penugasan ini merupakan bagian pengamanan objek vital nasional serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.
Personel yang ditugaskan telah melalui serangkaian tahapan seleksi, pelatihan, dan pembekalan guna memastikan kesiapan operasional di daerah penugasan.
Dansat Brimob Polda Kalimantan Barat dalam amanatnya menegaskan bahwa penugasan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.
“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, junjung tinggi disiplin, serta jaga nama baik satuan dan institusi Polri. Utamakan keselamatan dan tetap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Selain itu, seluruh personel juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kekompakan, meningkatkan kewaspadaan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Kegiatan pemberangkatan turut dihadiri oleh pejabat utama Satbrimob Polda Kalbar serta keluarga personel. Suasana haru mewarnai prosesi pelepasan sebagai bentuk dukungan moril kepada para anggota yang akan melaksanakan tugas negara.
Melalui penugasan Amole 2026 ini, diharapkan kehadiran personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran aktivitas di wilayah Papua.
-
Gerak Cepat Personil Batalyon A Pelopor Gatur Lalin dan Evakuasi Bus Perum DAMRI di Sanggau
Personel Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar melaksanakan pengaturan lalu lintas pasca lakalantas yang melibatkan bus milik Perum DAMRI di wilayah Sanggau, tepatnya di kawasan Penyeladi, Minggu pagi.Setelah kejadian, personel segera turun ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan yang sempat mengalami kemacetan akibat posisi bus yang menghalangi badan jalan. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan sistem buka-tutup guna memastikan kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian dan aman.
Selain melaksanakan gatur lalin, personel juga turut serta melakukan evakuasi terhadap bus yang mengalami kecelakaan. Proses evakuasi dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait menggunakan peralatan alat berat pendukung guna memindahkan kendaraan dari badan jalan ke lokasi yang lebih aman.
Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta meminimalisir dampak kemacetan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
“Personel kami fokus pada pengaturan lalu lintas serta membantu proses evakuasi kendaraan agar arus kembali normal,” ujar Danki 3 Sanggau IPDA Flayianus Hengki S.E
Hingga proses penanganan selesai, arus lalu lintas di kawasan Sanggau Penyeladi berangsur lancar. Petugas juga mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan di lapangan demi keselamatan bersama.