Latihan
-
Profesionalisme Ditingkatkan, Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar Latih Navigasi Perahu Karet
Batalyon A Pelopor terus memperkuat kesiapan personelnya melalui latihan operasional perahu karet yang dilaksanakan di perairan terbatas. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan teknis sekaligus kesiapan menghadapi situasi darurat, khususnya di wilayah rawan bencana banjir.Latihan tersebut dirancang dengan skenario realistis yang menitikberatkan pada kondisi lapangan sebenarnya. Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga langsung terjun ke perairan untuk mempraktikkan teknik manuver, navigasi, serta prosedur evakuasi korban.
Dalam latihan ini, personel diuji kemampuannya dalam mengendalikan perahu seperti arus yang berubah-ubah dan keberadaan rintangan di permukaan air. Kondisi tersebut menuntut ketelitian, ketangkasan, serta kemampuan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Bripka Wira dan Brigadir Petrus selaku Instruktur latihan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan profesionalisme anggota. “Latihan ini penting untuk memastikan setiap personel siap diterjunkan kapan saja, terutama dalam misi kemanusiaan yang membutuhkan respon cepat,” ungkapnya.
Selain aspek teknis, latihan juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antaranggota tim. Sinergi yang baik dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam setiap operasi, terutama dalam situasi yang penuh tekanan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan peralatan hingga simulasi penyelamatan. Evaluasi yang diberikan instruktur menjadi bahan pembelajaran penting untuk meningkatkan kemampuan individu maupun tim.
Dengan terselenggaranya latihan ini, Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar berharap dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Kesiapan yang matang diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas secara optimal, serta memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat secara cepat dan tepat.
Latihan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Batalyon A Pelopor dalam menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam setiap penugasan.
-
Asah Kemampuan dan Pererat Kebersamaan
Suasana penuh semangat di Lapangan Tembak Sanika Satyawada saat Danki 3 Sanggau Ipda Flayianus Hengki bersama Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengikuti latihan menembak bersama.Kegiatan ini menjadi momen untuk memperkuat kekompakan sekaligus meningkatkan kemampuan dasar dalam penggunaan senjata api. Latihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, mulai dari pengecekan peralatan hingga pendampingan instruktur.
Menurut Ipda Flayianus Hengki, latihan rutin penting agar kemampuan tetap terjaga dan respons di lapangan semakin sigap. Sementara Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menilai kegiatan bersama seperti ini dapat mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Dengan sinergi yang baik, diharapkan situasi keamanan di Sanggau tetap kondusif dan masyarakat merasa semakin terlindungi.
-
Latihan Tugas ABK dan Navigasi Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Keamanan Kapal
Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar melaksanakan kegiatan latihan kemampuan guna meningkatkan profesionalisme dan pengetahuan teknis personel pada saat bertugas di medan perairan. Kamis (20/11/25).
Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel, Satbrimob Polda Kalbar kembali menggelar latihan kemampuan SAR (Search And Rescue) yang dilaksanakan di Mako Satbrimob Polda Kalbar. Pelaksanaan kegiatan SAR ini dipimpin langsung oleh Brigpol Phetrus Pakpahan, S.H. dan diikuti oleh personel dari Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar. Kegiatan latihan kali ini diisi dengan materi tugas dan fungsi ABK (Anak Buah Kapal) dan Navigasi Air. Latihan SAR (Search And Rescue) ini merupakan bagian dari program peningkatan kemampuan yang perintahkan oleh Dansatbrimob Polda Kalbar Kbp Dede Rojudin, S.I.K., M.H. yang bertujuan untuk memastikan setiap personelnya memiliki kompetensi dalam mengoperasikan almatus pada saat menjalankan tugas kepolisian di wilayah perairan.
Pelatihan ini memastikan setiap personil memahami perannya masing-masing, mulai dari keselamatan kerja, pengoperasian mesin, hingga navigasi. Dengan demikian, seluruh kru dapat bekerja lebih efektif dan responsif terhadap situasi apa pun di perairan. Kegiatan ini juga merupakan cara untuk meningkatkan kemampuan personel, menyiapkan personel yang kompeten, memperkuat kesiapan operasional personel, meningkatan disiplin, kekompakan, dan koordinasi antar personel dan untuk mewujudkan personel Satbrimob Polda Kalbar yang profesional, responsif, dan mudah menyesuaikan diri dalam menghadapi berbagai situasi di medan tugas” ucap Brigpol Phetrus Pakpahan, S.H..
-
Latihan Menembak Batalyon A Pelopor Asah kemampuan, jaga ketangguhan
Personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar melaksanakan latihan menembak di lapangan tembak satuan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya rutin untuk menjaga kemampuan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas.
Latihan berlangsung dengan penuh semangat. Para personel tampak serius membidik sasaran, namun suasana tetap hangat dan penuh kebersamaan. Di sela-sela latihan, sesekali terdengar tawa ringan dan saling memberi semangat antar rekan.
Komandan Batalyon A Pelopor menyampaikan bahwa latihan ini bukan hanya untuk menguji ketepatan menembak, tapi juga melatih fokus, ketenangan, dan tanggung jawab setiap personel.
“Menembak itu soal konsentrasi dan pengendalian diri. Semakin sering berlatih, semakin siap kita di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi hasil tembakan dan pengarahan dari instruktur. Meski sederhana, latihan ini menjadi pengingat bahwa kemampuan dasar harus terus diasah agar personel Brimob selalu siap menghadapi setiap tantangan tugas.
-
Melalui kegiatan ini, memastikan setiap personel memiliki kemampuan terukur, sigap, dan profesional dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar kembali melaksanakan Latihan Penanggulangan Huru Hara (PHH) sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Dalam latihan tersebut, personel dilatih untuk mengedepankan disiplin, kekompakan, dan ketegasan dalam menghadapi situasi kerumunan massa. Simulasi dilakukan mulai dari formasi dasar, penggunaan tameng, hingga teknik pengendalian massa secara terukur dan humanis.
Latihan PHH ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi sarana untuk memantapkan kemampuan fisik, mental, serta keterampilan taktis setiap personel. Hal ini sejalan dengan tugas terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan perlindungan terhadap masyarakat.
-
Pelatihan PPGD ini menjadi bukti nyata komitmen dalam menjaga keselamatan, baik di internal satuan maupun masyarakat luas
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat, Satuan Brimob Polda Kalbar menggelar kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Batalyon A Pelopor dengan antusias tinggi, karena keterampilan PPGD menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas di lapangan.
Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan materi dan praktik langsung mengenai langkah-langkah penanganan korban gawat darurat, mulai dari cara membuka jalan napas, resusitasi jantung paru (RJP/CPR), penanganan luka, hingga teknik evakuasi korban dengan aman.
“PPGD ini sangat penting, terutama bagi anggota yang sering berada di medan tugas. Dengan keterampilan ini, personel bisa memberikan pertolongan cepat sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kegiatan ini juga menekankan prinsip ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure) yang menjadi dasar dalam pertolongan darurat. Melalui simulasi nyata, peserta dilatih untuk tanggap, tepat, dan tidak panik saat menghadapi korban dalam kondisi kritis.
Selain untuk kepentingan kedinasan, keterampilan PPGD juga bermanfaat bagi anggota saat berada di tengah masyarakat. Dengan bekal ini, personel diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan pertolongan darurat kapan pun dan di mana pun.
Pelatihan PPGD ini menjadi bukti nyata komitmen dalam menjaga keselamatan, baik di internal satuan maupun masyarakat luas.
-
Kompi 4 Ketapang Laksanakan Latihan PBB Bersenjata
Personel Kompi 4 Ketapang Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Barat melaksanakan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bersenjata di Mako Kompi 4 Ketapang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, serta keterampilan personel dalam membawa dan menggunakan senjata dalam formasi baris-berbaris.
Komandan Kompi 4 Ketapang Batalyon A Pelopor menyampaikan bahwa latihan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk pembinaan kemampuan. “Latihan PBB bersenjata tidak hanya melatih ketepatan gerak, tetapi juga membentuk jiwa korsa dan kesiapan personel dalam bertugas,” ujarnya.
Latihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pengulangan gerakan dasar, formasi, hingga penyesuaian irama langkah. Seluruh personel terlihat antusias mengikuti arahan instruktur demi mencapai keseragaman dan profesionalisme dalam setiap gerakan.
Dengan adanya latihan ini, diharapkan seluruh personel Batalyon A Pelopor dapat melaksanakan tugas secara sigap, tepat, dan penuh tanggung jawab, baik dalam kegiatan upacara maupun penugasan di lapangan.
-
Awali Hari Dengan Menjaga Kebugaran , Lari Bersama Opsi tepat Menjaga Kekompakan
Udara pagi yang segar dimanfaatkan personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar untuk berlari bersama di sekitar Mako. Dengan langkah seragam dan semangat tinggi, para personel memulai hari dengan keringat dan semangat.
Lari pagi ini bukan cuma bikin badan sehat, tapi juga melatih kekompakan dan menjaga stamina agar selalu siap menjalankan tugas kapan saja.
“Badan bugar, semangat terjaga, tugas pun lancar,” ujar salah satu personel sambil tersenyum.
Batalyon A Pelopor selalu siap hadapi tantangan, kapan pun, di mana pun! 🔥
-
Beladiri adalah bagian dari keterampilan wajib yang harus dimiliki personel Brimob. Ditambah dengan latihan lari, fisik kami tetap prima, dan kami siap menghadapi tantangan tugas kapan pun dibutuhkan
Sebagai Satuan Brimob Polri yang dituntut siap dalam segala kondisi, Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar secara rutin melaksanakan latihan fisik berupa lari dan beladiri. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan ketahanan tubuh, serta mengasah kemampuan pertahanan diri personel di lapangan.
Latihan diawali dengan pemanasan dan lari sejauh beberapa kilometer yang menyusuri rute di sekitar Mako, kemudian dilanjutkan dengan latihan beladiri Polri yang difokuskan pada teknik-teknik pertahanan diri, pengendalian lawan, serta simulasi situasi nyata yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
Dengan semangat yang tinggi, seluruh personel mengikuti latihan dengan serius dan penuh disiplin. Latihan ini tidak hanya membentuk fisik yang kuat, tetapi juga menanamkan mental tangguh dan rasa percaya diri dalam setiap anggota.
Beladiri adalah bagian dari keterampilan wajib yang harus dimiliki personel Brimob. Ditambah dengan latihan lari, fisik kami tetap prima, dan kami siap menghadapi tantangan tugas kapan pun dibutuhkan
Melalui latihan rutin ini, Batalyon A Pelopor terus menunjukkan komitmennya untuk selalu siap, sigap, dan profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
-
Kami bukan yang terkuat, tapi kami terus berlatih agar selalu siap ketika dibutuhkan
Dalam dunia Korps Brimob, fisik bukan hanya tentang kekuatan, tetapi tentang kesiapsiagaan. Karena setiap langkah di lapangan, setiap detik di medan tugas, menuntut kebugaran yang prima. Oleh sebab itu, kesamaptaan jasmani bukan hanya kewajiban — tapi kebutuhan.
Personel menjalani rangkaian tes mulai dari lari 12 menit, push up, sit up, pull up hingga shuttle run yang rutin di laksanakan setiap 2 tahun sekali. Komandan Batalyon A Pelopor Jon Rubi Sugianto S.A.P menyampaikan bahwa kesamaptaan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi cerminan kedisiplinan, gaya hidup, dan kesiapan menghadapi tugas-tugas kedepan. “Fisik yang kuat adalah fondasi mental yang tangguh. Kita dilatih untuk siap di segala medan, kapan pun dibutuhkan.”
Kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan evaluasi berkala, memastikan bahwa setiap personel tidak hanya memenuhi standar minimal, tapi terus berkembang, baik secara fisik maupun mental.